Minggu, 15 Mei 2011

Tingkat Kesehatan Bank

Tingkat Kesehatan Bank


Definisi

Tingkat kesehatan bank adalah hasil penilaian kualitatif atas berbagai aspek yan berpengaruh terhadap kondisi atau kinerja suatu bank atau UUS melalui :

1. Penilaian kuantitatif dan kualitatif terhadap faktor-faktor permodalan, kualitas aset, rentabilitas, likuiditas, sensitivitas terhadap resiko pasar, dan

2. Penilaian kualitatif terhadap faktor manajemen.

Peringkat Komposit adalah peringkat akhir hasil penilaian Tingkat Kesehatan Bank. Penilaian Kuantitatif adalah penilaian terhadap posisi, perkembangan maupun proyeksi rasio-rasio keuangan Bank atau UUS (Unit Usaha Syariah).

Faktor Finansial adalah salah satu faktor pembentuk tingkat kesehatan bank yang terdiri dari faktor permodalan, aset, rentabilitas, likuidity, dan sentifitas terhadap risiko pasar. Peringkat Faktor Finansial adalah peringkat akhir hasil Penilaian Faktor Finansial.

Faktor-Faktor Yang Dinilai

1. Permodalan (Capital)

Yang dinilai dalam aspek permodalan adalah :

1. Kecukupan, proyeksi (trend ke depan) permodalan dan kemampuan permodalan dalam menkover risiko.

2. Kemampuam memelihara kebutuhan penambahan modal yang berasal dari keuntungan, rencana permodalan untuk mendukung pertumbuhan usaha, akses kepada sumber permodalan dan kinerja keuangan pemegang saham.

Notes (dari penjelasan PBI) :
Penilaian pemodalan merupakan penilaian terhadap kecukupan modal Bank dan UUS untuk mengkover eksposur risiko saat ini dan mengantisipasi eksposur risiko di masa datang.

Cakupan :
Penilaian permodalan dimaksudkan untuk menilai kecukupan modal Bank dalam mengamankan eksposur risiko posisi dan mengantisipasi risiko yang muncul.

Penilaian kuantitatif faktor permodalan dilakukan dengan melakukan penilain terhadap komponen-komponen sebagai berikut:

a. Kecukupan pemenuhan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM), merupakan rasio utama;

b. Kemampuan modal inti dan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) dalam mengamankan risiko hapus buku (writeoff), merupakan rasio penunjang;

c. Kemampuan modal inti untuk menutup kerugian pada saat likuidasi, merupakan rasio penunjang;

d. Trend/pertumbuhan KPMM, merupakan rasio penunjang;

e. Kemampuan internal bank untuk menambah modal, merupakan rasio penunjang;

f. Intensitas fungsi keagenan bank syariah, merupakan rasio pengamatan (observed);

g. Modal inti dibandingkan dengan dana mudharabah, merupakan rasio pengamatan (observed);

h. Deviden Pay Out Ratio, merupakan rasio pengamatan (observed);

i. Akses kepada sumber permodalan (eksternal support), merupakan rasi pengamatan (Observed);

j. Kinerja keuangan pemegang saham (PS) untuk meningkatkan permodalan bank, merupakan rasio pengamatan (observed).

2. Kualitas Aset (Asset Quality)

Yang harus dinilai dalam aspek kualitas aset :

a. Kualitas aktiva produktif, perkembangan kualitas aktiva produktif bermasalah, konsentrasi eksposur risiko, dan eksposur risiko nasabah inti.

b. Kecukupan kebijakan dan prosedur, sistem kaji ulang (review) internal, sistem dokumentasi dan kinerja penanganan aktiva produktif bermasalah.

Notes (dari penjelasan PBI) :
Penilaian kualitas aset merupakan penilaian terhadap kondisi aset bank atau UUS dan kecukupan manajemen risiko pembiayaan.

Cakupan :
Penilaian kualitas aset dimaksudkan untuk menilai kondisi aset bank, termasuk antisipasi atas risiko gagal bayar dari pembiayaan (credit risk) yang akan muncul.

Penilaian kuantitatif faktor kualitas aset dilakukan dengan melakukan penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut :

a. Kualitas aktiva produktif bank, merupakan rasio utama;

b. Risiko konsentrasi penyaluran dana kepada debitur inti, merupakan rasio penunjang;

c. Kualitas penyaluran dana kepada debitur inti, merupakan rasio penunjang;

d. Kemampuan bank dalam menangani/mengembalikan aset yang telah dihapus buku, merupakan rasio penunjang;

e. Besarnya pembiayaan non performing, merupakan rasio penunjang;

f. Tingkat Kecukupan Agunan, merupakan rasio pengamatan (observed)

g. Proyeksi/perkembangan kualitas aset produktif, merupakan rasio pengamatan (observed);

h. Perkembangan/trend aktiva produktif bermasalah yang direstrukturisasi, merupakan rasio pengamatan (observed).

3. Manajemen (Management)

Yang dinilai dalam aspek menajemen :

a. Kualitas manajemen umum, penerapan manajemen risiko terutama pemahaman manajemen atas risiko Bank atau UUS;

b. Kepatuhan Bank atau UUS terhadap ketentuan yang berlaku, komitmen kepada Bank Indonesia maupun pihak lain, dankepatuhan terhadap prinsip syariah termasuk edukasi pada masyarakat pelaksanaan fungsi sosial.

Notes (dari penjelasan PBI)
Penilaian manajemen merupakan penilaian terhadap kemampuan manajerial pengurus bank untuk menjalankan usaha, kecukupan manajemen risiko, dan kepatuhan bank terhadap ketentuan yang berlaku serta komitmen kepada Bank Indonesia dan atau pihak lainnya.

Pemahaman manajemen bank atas risiko bank dapat dinilai berdasarkan pengamatan pengawas atas pernyataan manajemen dan kinerja bank.

Peringkat A mencerminkan kondisi paling patuh dan peringkat D mencerminkan kondisi paling tidak patuh.

Cakupan penilaian :
Penilaian manajemen dimaksudkan untuk menilai kemampuan manajerial pengurus bank dalam menjalankan usaha sesuai dengan prinsip manajemen umum, kecukupan manajemen risiko dan kepatuhan bank terhadap ketentuan baik yang terkait dengan prinsip kehati-hatian maupun kepatuhan terhadap prinsip syariah dan komitmen bank kepada Bank Indonesia.

Penilaian kualitatif faktor manajemen dilakukan dengan penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut :

a. Kualitas manajemen umum terkait dengan penerapan good corporate governance;

b. Kualitas penerapan manajemen risiko;

c. Kepatuhan terhadap ketentuan baik yang terkait dengan prinsip kahati-hatian maupun kepatuhan terhadap prinsip syariahserta komitmen kepada Bank Indonesia.

4. Rentabilitas (Earning)

Yang dinilai dalam aspek rentabilitas :

a. Kemampuan dalammenghasilkan laba, kemampuan laba mendukung ekspansi dan menutup risiko, serta tingkat efisiensi;

b. Diversifikasi pendapatan termasuk kemampuan bank untuk mendapatkan fee based income, dan diversifikasi penanaman dana, serta penerapan prinsip akuntansi dalam pengakuan pendapatan dan biaya.

Notes (dari penjelasn PBI)
Penilaian rentabilitas merupakan penilaian terhadap kondisi dan kemampuan Bank atau UUS untuk menghasilkan keuntungan dalam rangka mendukung kegiatan operasional dan permodalan.

Cakupan :
Penilaian rentabilitas dimaksudkan untuk menilai kemampuan bank dalam menghasilkan laba.

Penilaian kuantitatif faktor rentabilitas dilakukan dengan melakukan penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut :

a. Net Operating Margin (NOM), merupakan rasio utama;

b. Return On Assets (ROA), merupakan rasio penunjang;

c. Rasio Efisiensi kegiatan operasional (REO), merupakan rasio penunjang;

d. Rasio Aktiva yang dapat menghasilkan pendapatan, merupakan rasio penunjang;

e. Diversifikasi pendapatan, merupakan rasio penunjang;

f. Proyeksi Pendapatan Bersih Operasional Utama (PPBO) merupakan rasio penunjang;

g. Net Structural operating margin, merupakan rasio pengamatan (observed);

h. Return on equity (ROE), merupakan rasio pengamatan (observed)

i. Komposisi penempatan dana pada surat berharga/pasar keuangan, merupakan rasio pengamatan (observed);

j. Disparitas imbal jasa tertinggi dengan terendah, merupakan rasio pengamatan (observed);

k. Pelaksanaan fungsi edukasi, merupakan rasio pengamatan (Observed);

l. Pelaksanaan fungsi sosial, merupakan rasio pengamatan (observed);

m. Korelasi antara tingkat bunga di pasar dengan return/bagi hasil yang diberikan oleh bank syariah, merupakan rasio pengamatan (observed);

n. Rasio bagi hasil dana investasi, merupakan rasio pengamatan (observed);

o. Penyaluran dana yang di writeoff dibandingkan dengan biaya operasional, merupakan rasio pengamatan (observed).

5. Likuiditas (Liquidity)

Yang dinilai dari aspek likuiditas bank :

a. Kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek, potensi maturity mismatch, dan konsentrasi sumber pendanaan;

b. Kecukupan kebijakan pengelolaan likuiditas, akses kepada sumber pendanaan, dan stabilitas pendanaan.

Notes (dari penjelasan PBI) :
Penilaian likuiditas merupakan penilaian terhadap kemampuan bank untuk memelihara tingkat likiditas yang memadai.

Cakupan penilaian :
Penilaian likuiditas dimaksudkan untuk menilai bank dalam memelihara tingkat likuiditas yang memadai termasuk antisipasi atas risiko likuiditas yang akan muncul.

Penilaian kuantitatif faktor likuiditas dilakukan dengan melakukan penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut :

a. Besarnya Aset Jangka Pendek dibandingkan dengan kewajiban jangka pendek, merupakan rasio utama;

b. Kemampuan Aset Jangka Pendek, Kas dan Secondary Reserve dalam memenuhi kewajiban jangka pendek, merupakan rasio penunjang;

c. Ketergantungan kepada dana deposan inti, merupakan rasio penunjang;

d. Pertumbuhan dana deposan inti terhadap total dana pihak ketiga, merupakan rasio penunjang;

e. Kemampuan bank dalam memperoleh dana dari pihak lain apabila terjadi mismatch, meruapakan rasio pengamatan (observed);

f. Ketergantungan pada dana antar bank, merupakan rasio pengamatan (observed).

6. Sensitivitas terhadap resiko pasar (Sensitivity to Market Risk)

Yang dinilai dari aspek risiko pasar :

a. Kemampuan modal Bank atau UUS mengkover potensi kerugian sebagai akibat fluktuasi (adverse movement) nilai tukar;

b. Kecukupan penerapan manajemen risiko pasar.

Notes (dari penjelasan PBI) :
Penilaian sensitivitas terhadap risiko pasar merupakan penilaian terhadap kemampuan modal Bank dan UUS untuk mengkover risiko yang ditimbulkan oleh perubahan nilai tukar.

Cakupan penilaian :
Penilaian sensitivitas atas risiko pasar dimaksudkan untuk menilai kemampuan keuangan bank dalam mengantisipasi perubahan risiko pasar yang disebabkan oleh pergerakan nilai tukar.

Penilaian sensitivitas atas risiko pasar dilakukan dengan menilai besarnya kelebihan modal yang digunakan untuk menutup risiko bank dibandingkan dengan besarnya risiko kerugian yang timbul dari pengaruh perubahan risiko pasar.

Kamis, 07 April 2011

perbankan

nama: chris komul
kelas: 3 db 18
npm: 30108468


1. Jasa-jasa bank merupakan kegiatan perbankan yang dilakukan oleh suatu bank untuk memperlancar aktivitas bank tersebut dan juga untuk mendapatkan keuntungan yang sering disebut fee based. Sebutkan minimal 15 keuntungan yang diperoleh dari jasa- jasa bank tersebut ?

Jawab :

•Biaya administrasi (administrasi kredit)
•Biaya kirim (biaya transfer)
•Biaya tagih (biaya kliring)
•Biaya provisi dan komisi (jasa kredit/transfer)
•Biaya sewa (sewa safe deposit box)
•Biaya iuran (biaya kartu kredit)
•Inkasso (jasa penagihan)
•Warkat Inkasso
•Transfer (Jasa pengiriman uang)
•Safe deposit box (kotak penyimpanan)
•Letter of credit (L/C) ekspor/impor
•Travelers cheque (jasa cek wisata)
•Warkat inkasso dengan lampiran
•Transfer keluar


2. Jelaskan dengan lengkap yang dimaksud dengan :
- Kiriman Uang (Transfer)
- Kliring, lengkapi dengan mekanismenya
- Inkaso
- Safe Deposit Box
- Bank Note
- Bank Card
- Travellers Cheque
- Letter Of Credit, lengkapi dengan mekanismenya
- Bank Garansi, Lengkapi dengan mekanismenya
Jawab :

- Kiriman Uang (Transfer)
Transfer merupakan jasa pengiriman uang lewat bank baik dalam kota, luar kota atau pun ke luar negeri. Sarana dan besar kecilnya jumlah biaya ditentukan oleh nasabah.

- Kliring, lengkapi dengan mekanismenya
Kriling merupakan jasa penyelesaian hutang piutang antar bank dengan cara saling menyerahkan warkat- warkat yang akan dikliringkan di lembaga kliring. Lembaga ini dibentuk dan dikoordinir oleh Bank Indonesia setiap hari kerja, dan peserta kliring merupakan bank yang sudah mendapat ijin dari BI. Lebih singkatnya kliring juga bisa disebut pemindah bukuan antar bank.

- Inkaso
Secara umum dapat dikatakan bahwa inkaso adalah proses kliring antar kota, baik dalam negeri maupun luar negeri. Biasanya waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan akan lebih lama.

- Safe Deposit Box
SDB merupakan jasa bank yang diberikan kepada pada nasabah, yaitu berupa kotak untuk menyimpan dokumen-dokumen atau benda benda berharganya.

- Bank Note
Bank note merupakan uang kartal asing yang dikeluarkan dan diterbitkan oleh bank di luar negeri. Jual beli bank note merupakan transaksi antara valuta yang dapat diterima pembayarannya dan dapat diperjualbelikan dan diperdagangkan kembali sesuai dengan nilai tukarnya.

beberapa istilah dalam bank note :
• Valuta = mata uang
• Kurs = nilai valuta asing
• Konversi = penyesuaian
• Kurs konversi = penyesuaian nilai valuta asing terhadap rupiah

- Bank Card
nasabahnya untuk dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran di berbagai tempat. Dalam system kerja bank card terlihat ada 3 pihak yang terlibat dalam prosesnya, yaitu:

1.Bank sebagai penerbit dan pembayar
2.Pedagang / merchant, sebagai tempat belanja
3.Pemegang kartu / card holder, sebagai yang berhak melakukan transaksi.

Keleluasaan dan kebebasan dalam menggunakan sangat dibatasi pada jenis kartu yang

diterbitkan. Setiap jenis bank card memiliki keunggulan dan kekurangan.
• Charge card, suatu system dimana pemegang kartu harus melunasi semua penagihan yang terjadi atas dirinya sekaligus pada sat jatuh tempo
• Credit card, suatu system dimana pemegang kartu dapat melunasi penagihan yang terjadi atas dirinya secar angsuran pada saat jatuh tempo
• Debet card, pembayaran atas penagihan nasbaah melalui pendebetan atas rekening yang ada di bank dimana pada saat membuka kartu
• Smart card, berfungsi sebagai rekening terpadu
• Private label card, merupakan kartu yang diterbitkan oelh suatu badan usaha (bukan bank) dan penggunaan kartu hanya sebatas pada perusahaan yang mengeluarkan.

- Travellers Cheque
Travellers cheque dikenal dengan nama cek wisata atau cek perjalanan yang biasanya digunakan oleh nasabah yang bepergian. Cek Wisata ini biasanya diterbitkan dengan nominal tertentu.

Keuntungan :
• memberikan kemudahan berbelanja
• mengurangi resiko kehilangan uang
• memberikan rasa percaya diri
• dapat dijadikan cederamata atau hadiah untuk relasi biasanya tidak ada biaya apapun

- Letter Of Credit, lengkapi dengan mekanismenya
L/C adalah jasa bank yang diberikan kepada masyarakat (nasabah) untuk memperlancar arus barang dalam kegiatan ekspor-impor. LC merupakan suatu pernyataan dari bank atas permintaan nasabah (importir) untuk menyediakan dan membayar sejumlah uang tertentu untuk kepentingan pihak ketiga (eksportir).

- Bank Garansi, Lengkapi dengan mekanismenya
Bank Garansi adalah jaminan bank dalam penyelesaian suatu proyek jika pelaksana (kontraktor) ingkar/ cedera janji. Dengan adanya BG pemilik proyek mendapat kepastian bahwa proyek akan berjalan sesuai dengan perjanjian.


3. Jelaskan dengan lengkap dan jelas mengenai :
- Simpanan Giro
- Simpanan Tabungan
- Simpanan Deposito

Jawab :

- Simpanan Giro
Simpanan giro atau lebih popular disebut dengan rekening Giro menurut undang-undang perbankan No 10 tahun 1998 adalah simpanan yg penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, sarana perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindahbukuan.
Giro adalah simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, BG, atau aurat perintah penarikan lainnya atau dengan cara pemindahbukuan.

- Simpanan Tabungan
Pengertian tabungan menurut undang-undang perbankan No 10 tahun 1998 adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetepi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro dan atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.
Dari pengertian di atas dapat dikatakan bahwa tabungan merupakan simpanan masyarakat yang penarikannya dapat dilakukan oleh si-nasabah sewaktu-waktu dikehendaki. Tabungan juga merupaka hutang untuk pihak bank kepada masarakat (nasabah) dan dikelompokan ke dalam hutang janka pendek dalam neraca.

- Simpanan Deposito
Menurut UU No. 10 tahun 1998, deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank.
Deposito merupakan simpanan yang memiliki jangka waktu tertentu (jatuh tempo). Penarikannyapun dilakukan sesuai jangka waktu tersebut. Namun saat ini sudah ada bank yang memberikan fasilitas deposito yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat. jenis depositopun beragam sesuai dengan keinginan nasabah. Dalam praktiknya jenis deposito terdiri dari deposito berjangka, sertifikat deposito dan deposit on call.


4. Tn. A bermaksud menyimpan uang dalam deposito on call sejumlah 60 juta rupiah, tanggal 4 agustus 2010 bunga 2% pm. Deposito on call dicairkan tanggal 22 agustus 2010. Berapa bunga yang diperoleh Tn. A ?
Jawab :

RUMUS :

Bunga = Nominal deposito x suku bunga x jumlah hari
365 atau 366 (tahun kabisat)

= Rp 60.000.000 x 2 % x 18
365
= Rp 59178,028

5. Transaksi yang terjadi pada rekening tabungan Tn. A selama agustus 2010
Tanggal Keterangan Jumlah (Rp)
01 Agustus 2010 Saldo 700.000
07 Agustus 2010 Tarik tunai 200.000
12 Agustus 2010 Transfer masuk 600.000
19 Agustus 2010 Setor Kliring 100.000
26 Agustus 2010 Tarik tunai 1.000.000
Berapa jumlah bunga yang diperoleh Tn. A apabila bunga dihitung secara harian dan besarnya bunga 16% pa, tax 15% dan berapa saldo akhir tabungan pada bulan yang bersangkutan.
Jawab :
Tanggal Jumlah hari mengendap Keterangan Jumlah (Rp) Saldo
01 Agustus 2010 6 Saldo 700.000 700.000
07 Agustus 2010 5 Tarik tunai 200.000 500.000
12 Agustus 2010 7 Transfer masuk 600.000 1.100.000
19 Agustus 2010 7 Setor Kliring 100.000 1.200.000
26 Agustus 2010 6 Tarik tunai 1.000.000 200.000
SALDO HARIAN
1 agustus 2010 = 16% x 6 x Rp 700.000 = 1841,09
365
7 agustus 2010 = 16% x 5 x Rp 500.000 = 1095,89
365
12 agustus 2010 = 16% x 7 x Rp 1.100.000 = 3375,34
365
19 agustus 2010 = 16% x 7 x Rp 1.200.000 = 3682,19
365
26 agustus 2010 = 16% x 6 x Rp 200.000 = 526,02
365 +
10520,53
Pajak 15 % = 1578,08 -
Bunga 8942,45
Saldo = 200.000 +
Saldo akhir = 208.942,45

Jumat, 04 Maret 2011

terapan komputer perbankan

Nama : Chris komul

Kelas : 3 Db 18

NPM : 30108468

A.Pengertian Uang

Uang adalah segala sesuatu yang diterima atau dipercaya masyarakat sebagai alat pembayaran atau transaksi.

Suatu barang dapat berfungsi sebagai uang barang apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

a. Dapat diterima oleh umum.

b. Jumlahnya sedikit (langkah)

c. Sangat disukai

d. Tahan lama

B.Macam – Macam Uang

Berdasarkan jenisnya, uang yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dapat dibedakan menjadi 2 (dua) macam, yaitu uang kartal dan uang giral.

1. Uang Kartal

Uang yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai alat pembayaran yang sah berdasarkan undang-undang yang berlaku merupakan uang kartal.

Contoh :

a. Uang kartal Negara.

b. Uang kartal bank

2. Uang Giral

Uang giral dapat diartikan tagihan atau rekening di bank yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah.

Contoh :

a. Cek

b. Bilyet Giro

c. Telegrafic Transfer

C.Lembaga keuangan adalah badan usaha yang kekayaannya terutama dalam bentuk aset keuangan atau tagihan (claims) dibandingkan aset nonfinancial atau aset riil. Lembaga keuangan memberikan kredit kepada nasabah dan menanamkan dananya dalam surat-surat berharga. Di samping itu, lembaga keuangan juga menawarkan berbagai jasa keuangan antara lain menawarkan berbagai jenis skema tabungan, proteksi asuransi, program pension, penyediaan sistem pembayaran dan mekanisme transfer dana. Lembaga keuangan merupakan bagian dari sistem keuangan dalam ekonomi modern yang melayani masyarakat pemakai jasa-jasa keuangan.

D.“Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak..

E.Klasifikasi Bank

Dengan dikeluarkannya UU Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan dan UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas UU Nomor 7 Tahun 1992 tersebut, dunia perbankan Indonesia mengalami perubahan yang cukup mendasar. Sebelum dikeluarkannya UU Nomor 7 Tahun 1992 tersebut, bank-bank pemerintah seperti BNI 1946, Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor, Bank Rakyat Indonesia, Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), dan Bank Tabungan Negara, mempunyai fungsi masing-masing sebagai bank pembangunan, bank tabungan, maupun bank koperasi. Namun setelah dikeluarkan kedua undang-undang di atas, sekarang kita sulit membedakan bank-bank pemerintah berdasarkan fungsinya. Bank-bank pemerintah tersebut sekarang menjalankan fungsi sebagai bank umum.

F.Deregulasi perbankan yang dikeluarkan pada 1 Juni 1983 mencatat beberapa hal. Di antaranya: memberikan keleluasaan kepada bank-bank untuk menentukan suku bunga deposito. Kemudian dihapusnya campur tangan Bank Indonesia terhadap penyaluran kredit. Deregulasi ini juga yang pertama memperkenalkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SPBU). Aturan ini dimaksudkan untuk merangsang minat berusaha di bidang perbankan Indonesia di masa mendatang.

G.sumber dana bank adalah usaha bank dalam

menghimpun dana untuk membiayai operasinya. Hal ini sesuai dengan fungsinya bahwa

bank adalah lembaga keuangan dimana kegiatan sehari-harinya adalah dalam bidang

jual beli uang, tentunya sebelum menjual uang bank harus lebih dulu membeli uang.

H.Alokasi Dana : menjual kembali dana yang diperoleh dari penghimpunan

dana dalam bentuk simpanan. Wujud dari pengalokasian dana adalah kredit

atau aset yang dianggap menguntungkan bank.

Rabu, 03 November 2010

sistem indormasi akutansi

1. Beberapa orang berpendapat bahwa akuntan seharusnya memusatkan perhatian hanya pada laporan keuangan dan memberikan urusan desain serta persiapan laporan manajerial pada spesialis system informasi. Apa sajakah kelebihan dan kelemahan pendapat ini?? Sejauh manakah akuntan seharusnya terlibat dalam pembuatan laporan yang melibatkan berbagai hal di luar ukuran keuangan, yang dipergunakan untuk mengukur kinerja?? Mengapa demikian ??

Jawab :
Keuangan pada saat ini menggunakan standar akuntansi yaitu :

1. Akuntansi keuangan berhubungan dengan masalah pencatatan transaksi untuk suatu perusahaan atau organisasi dan penyusunan berbagai laporan berkala dari hasil pencatatan tersebut. Laporan ini disusun untuk kepentingan umum dan biasanya digunakan pemilik perusahaan untuk menilai prestasi manajer atau dipakai manajer sebagai pertanggungjawaban keuangan terhadap para pemegang saham. Hal yang tidak kalah penting adalah adanya Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan aturan-aturan yang harus digunakan didalam pengukuran dan penyajian laporan keuangan untuk kepentingan eksternal. Dengan demikian, diharapkan pemakai dan penyusun laporan keuangan dapat berkomunikasi melalui laporan keuangan ini, sebab mereka menggunakan acuan yang sama yaitu SAK. Dapat pula dirancang untuk menyajikan laporan keuangan, utamanya untuk fihak eksternal perusahaan / lembaga.

2. Akuntansi Manajerial yaitu Akuntansi manajerial yang bertujuan menunjukkan informasi apa yang dibutuhkan, dari mana informasi berasal, bagaimana informasi tersebut dapat diperoleh, dan bagaimana informasi itu dapat digunakan oleh manajer untuk melaksanakan tanggung jawabnya dalam hal perencanaan, pengendalian, dan pembuatan keputusan.

Kelebihannya : Akuntan tersebut berarti telah memiliki keinginan yang besar untuk mengetahui pengetahuan lain diluar pengetahuan akuntansinya.
Kelemahannya : Akuntan hanya sebatas ingin mengetahui pengetahuan lain saja, dan jika mendalami maka tugas-tugasnya sebagai akuntan akan terbengkalai.
Sejauh ini sebuah laporan keuangan pada suatu perusahaan tersebut masih aktif dan seorang akuntan tersebut masih dibutuhkan. Dikarenakan apabila akuntan tersebut tidak bertanggung jawab atas tugasnya, maka keuangan pada suatu perusahaan tersebut lama – kelamaan akan hancur dengan seiringnya waktu dan akan terjadi ancaman kerugian besar bahkan perusahaan tersebut akan bangkrut.

2.Pembagian tugas secara efektif kadang-kadang tidak layak secara ekonomis pada bisnis kecil. Elemen-elemen pengendalian internal apa yang menurut anda dapat mengimbangi ancaman tersebut ??

Jawab;
Elemen-elemen pengendalian internal yang dpat mengimbangi ancaman dari pernyataan tersebut adalah aktivitas pengendalian karena didalam aktivitas pengendalian terdapat 5 faktor yang mempengaruhinya yaitu otorisasi transaksi dan kegiatan yang memadai, pemisahan tugas, desain dan pengguanaan dokumen serta catatan yang memadai, penjagaan asset dan catatan yang memadai, serta pemeriksaan independent atas kinerja

3.Secara teoritis, suatu prosedur pengendalian perlu digunakan jika keuntungannya melebihi biayanya. Jelaskan cara memperkirakan keuntungan dan biaya dari pengendalian berikut ini :
jawab :biaya pengendalian pemisahan tugas dgn cara membedakan harga jual barang yg kita pasarkan k agen,penjual eceran,dan langsung k konsumen.agar semuanya mendapatkan keuntungan nya masingmasing,biaya prosedur pengendalian data dengan cara memperteksi data yang dianggap penting.

Selasa, 19 Oktober 2010

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

1.Pembagian tugas secara efektif kadang-kadang tidak layak secara ekonomis pada bisnis kecil,,berikan pendapat anda!!
jawab :

menurut saya Dalam kasus ini dalam pembagian tugas di dalam bisnis kecil memang selalu tidak sesuai dengan peraturan yang ada dikarenakan minimnya upah/penghasilan yang didapat sehingga mempengaruhi pembagian tugas.




2.ketika anda ke bioskop, anda membeli tiket yang sudah di beri nomor dari loket atau kasir. Tiket tersebut kemudian di berikan ke orang lain di pintu masuk bioskop. Ketidak beraturan jenis apa yang ingin di hindari oleh bioskop ?
pengendalian apa yang di gunakan untuk menghindari ketidak beraturan tersebut ?
Resio dan panajan apa yag dapat anda identifikasi .

Jawab :
Pengendalian yang di gunakan , adalah pengendalian Preventive Control.
Resiko yang dapat saya identifikasi adalah , Bioskop tersebut tidak ingin terjadi kesalahan apa bila pada pintu masuk Bioskop tidak di periksa kembali nomor yang sudah di beri , dan menghindari adanya penonton yang tidak memiliki tiket .

PANAJAN ( EXPOSURE).
Adanya potensi kerugian dalam bentuk uang yang terjadi apabila sebuah ancaman terjadi.

contohnya:
Apabila sebuah bioskop tersebut tidak menerapkan system pengendalian Preventive Control. Maka akan terjadi kerugian, misalkan pada pintu masuk bioskop tersebut tidak di periksa kembali maka kemungkinan Penonton yang tidak membeli tiket , dapat masuk ke dalam gedung bioskop tersebut, Dan mengalami kerugian karena orang tersebut tidak membayar tiket masuk bioskop.

Senin, 11 Oktober 2010

S.I.A

TINJAUAN MENYELURUH SIA

KONSEP DASAR SISTEM

SUATU SISTEM DAPAT DIDEFINISIKAN SEBAGAI SUATU KESATUAN YANG TERDIRI DARI DUA ATAU LEBIH KOMPONEN ATAU SUBSISTEM YANG BERINTERAKSI UNTUK MENCAPAI TUJUAN.

CONTOH : SISTEM KOMPUTER

SISTEM PEMBELAJARAN

SISTEM DAPAT TERDIRI DARI SISTEM-SISTEN BAGIAN (SUBSYSTEM)

CONTOH : SISTEM KOMPUTER YANG TERDIRI DARI SUBSISTEM PERANGKAT KERAS DAN PERANGKAT LUNAK.

SUBSISTEM PERANGKAT KERAS (HARDWARE) TERDIIRI DARI ALAT MASUKAN, ALAT PEMROSES, ALAT KELUARAN DAN SIMPANAN LUAR.

KOMPONEN SIA

Orang-orang

Prosedur-prosedur

Data

Software

Infrastruktur Teknologi Informasi

Tiga Fungsi Penting SIA dalam Organisasi

Mengumpulkan dan Menyimpan data tentang Aktivitas – aktivitas yang dilaksanakan oleh Organisasi agar pihak manajemen, pegawai dan pihak pihak luar yang berkepentingan dapat meninjau ulang hal-hal yang telah terjadi

Mengubah data menjadi Informasi yang berguna bagi pihak manajemen untuk membuat keputusan dalam aktivitas perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan

Menyediakan pengendalian yang memadai untuk menjaga aset –aset organisasi termasuk data organsiasi, untuk memastikan bahwa data tersebut tersedia saat dibutuhkan, akurat dan andal

INFORMASI YANG DIHASILKAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

TERDIRI DARI

NERACA

LAPORAN LABA/RUGI

LAPORAN PERUBAHAN MODAL

LAPORAN ARUS KAS

PENGGUNA OUTPUT SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

PIMPINAN PERUSAHAAN

PEMILIK PERUSAHAAN

PEGAWAI

KREDITUR

INVESTOR / CALON INVESTOR

PEMERINTAH

PENDUDUK

KARAKTERISTIK INFORMASI YANG BERGUNA BAGI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

v RELEVAN

v HANDAL

v LENGKAP

v TEPAT WAKTU

v DAPAT DIPAHAMI

v DAPAT DIVERIFIKASI

DEFINISI AKUNTANSI

AICPA (AMERICAN INSTITUTE OF CERTIFIED PUBLIC ACCOUNTANS)
AKUNTANSI ADALAH SUATU SENI PENCATATAN, PENGELOMPOKKAN DAN PENGIKHTISARAN MENURUT CARA YANG BERARTI DAN DINYATAKAN DALAM NILAI UANG, SEGALA TRANSAKSI DAN KEJADIAN YANG SEDIKIT-DIKITNYA BERSIFAT FINANSIAL DAN KEMUDIAN MENAFSIRKAN HASILNYA.

DEFINISI MENURUT AAA (AMERICAN ACCOUNTING ASSOCIATION)

AKUNTANSI SEBAGAI PROSES YANG MELIPUTI IDENTIFIKASI, PENGUKURAN DAN PENGKOMUNIKASIAN INFORMASI EKONOMI, YANG MEMUNGKINKAN PENILAIAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG BERHARGA OLEH PENGGUNA INFORMASI.

REVISI AICPA

AKUNTANSI ADALAH AKTIVITAS JASA YANG BERFUNGSI UNTUK MENGHASILKAN INFORMASI YANG BERSIFAT ANGKA, TERUTAMA TENTANG FINANSIAL, DARI SUATU UNIT ENTITAS EKONOMI, YANG DIMAKSUDKAN UNTUK DAPAT BERGUNA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN EKONOMI, DALAM MENENTUKAN PILIHAN YANG DIANGGAP MEMILIKI DASAR YANG KUAT DIBANDINGKAN JIKA KITA MENGAMBIL PILIHAN YANG LAIN.

MENURUT KAPLAN & NORTON

AKUNTANSI DIARTIKAN SUATU SISTEM INFORMASI YANG MERUPAKAN BAGIAN DARI SISTEM BISNIS KESELURUHAN DI ERA INFORMASI. AKUNTANSI DIBUTUHKAN DISETIAP DENYUT BISNIS DI ERA INFORMASI.

AKUNTANSI MENJADI MULTIDIMENSI DILIHAT DARI BERBAGAI PERSPEKTIF

AKUNTANSI SEBAGAI IDEOLOGI, BAHASA, CATATAN HISTORIS, REALITAS EKONOMI, SISTEM INFORMASI, KOMODITI, PERTANGGUNG JAWABAN DAN TEKNOLOGI.

DEFINISI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ADALAH SUATU KERANGKA KERJA YANG TERINTEGRASI PADA SUATU ENTITAS YANG MELIBATKAN SUMBER DAYA UNTUK MENTRANSFORMASIKAN DATA EKONOMI KEDALAM BENTUK INFORMASI KEUANGAN YANG DIGUNAKAN UNTUK

MEMBENTUK OPERASI DAN AKTIFITAS DALAM LEMBAGA

MENYEDIAKAN INFORMASI TENTANG ENTITAS TERSEBUT

SIA MELAKSANAKAN EMPAT TUGAS DASAR PENGOLAHAN DATA

PENGUMPULAN DATA

MANIPULASI DATA MELIPUTI

PENGKLASIFIKASIAN

PENYORTIRAN

PENGHITUNGAN

PENGIKTISARAN

PENYIAPAN DATA

PENYIAPAN DOKUMEN

OLEH SUATU TINDAKAN CONTOH FAKTUR

OLEH JADWAL WAKTU CONTOH LAPORAN KEUANGAN

MENGAPA MEMPELAJARI SIA

SIA yang efektif penting bagi keberhasilan jangka panjang organisasi manapun.

Mempelajari SIA adalah Hal yang penting dalam Akuntansi

Pemakaian Informasi didalam pengambilan keputusan

Sifat, Desain, Pemakaian dan Implementasi SIA

Pelaporan Informasi Keuangan

Matakuliah SIA melengkapi matakuliah sistem lainnya.

KARAKTERISTIK SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

MELAKSANAKAN TUGAS YANG DIPERLUKAN

BERPEGANG PADA PROSEDUR YANG RELATIF STANDAR

MENANGANI DATA YANG RINCI

TERUTAMA BERFOKUS HISTORIS

MENYEDIAKAN INFORMASI PEMECAHAN MASALAH MINIMAL

KONTRIBUSI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

SIA BERKONTRIBUSI PADA PEMECAHAN MASALAH DENGAN MENGHASILKAN LAPORAN – LAPORAN STANDAR YANG MENGIKHTISARKAN KONDISI FINASIAL PERUSAHAAN DAN MENYEDIAKAN DATABASE YANG DIGUNAKAN OLEH SUBSISTEM CBIS YANG LAIN

JENIS – JENIS

SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

v SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

v SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (MIS)

v SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF

v SISTEM INFORMASI PEMASARAN

v SISTEM INFORMASI KEUANGAN

v SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA

v SISTEM INFORMASI PENUNJANG KEPUTUSAN (DSS)

v SISTEM PAKAR (ES)

v OFFICE AUTOMATION (OA)

tugas

Studi Kasus PT. Maju

Diketahui Data – data keuangan PT. Maju Per 31 Desember 2001

sebagai Berikut :

Kas : 6.000.000

Piutang : 2.000.000

Perlengkapan Kantor : 3.000.000

Peralatan Kantor : 4.000.000

Pendapatan Bunga : 3.000.000

Tanah : 5.000.000

Hutang Usaha : 5.000.000

Sewa dibayar dimuka : 1.500.000

Modal Maju : 6.000.000

Pendapatan komisi : 11.000.000

Hutang Gaji : 2.000.000

Biaya Iklan : 1.000.000

Biaya Listrik : 2.500.000

Prive Maju : 2.000.000

Diminta :

Buatlah Laporan Keuangan :

NERACA

Nama Akun

Debet

Kredit

Kas

6000000


Piutang

2000000


Perlengkapan

3000000


Peralatan

4000000


Pendapatan Bunga


3000000

Tanah

5000000


Sewa Dibayar Dimuka

1500000


Modal PT.Maju


6000000

Pendapatan Komisi


11000000

Utang Gaji


2000000

Biaya Iklan


1000000

Biaya Listrik


2500000

Prive PT.Maju

2000000


Laba/Rugi

Pendapatan

· Pendapatan Bunga 3000000

· Pendapatan Komisi 11000000 +

14000000

Biaya-biaya Operasi

· Biaya Iklan 1000000

· Biaya Listrik 2500000+

(3500000)-

Laba Usaha >>>>>>>> 10500000

Peubahan Modal

Modal Awal 6000000

Laba Usaha 10500000+

16500000

Prive (2000000)-

Modal Akhir >>>>>>>>> 14500000

Tugas Kasus PT. Makmur

Diketahui Data – data keuangan PT. Makmur Per 31 Desember 2002

sebagai Berikut :

Kas : 6.200.000

Piutang Dagang : 2.240.000

Hutang Dagang : 1.800.000

Perlengkapan Kantor : 265.000

Bunga dibayar dimuka : 50.000

Peralatan Kantor : 6.600.000

Hutang Wesel : 3.000.000

Modal PT. Makmur : 10.000.000

Pendapatan Komisi : 5.700.000

Pendapatan Sewa : 180.000

Biaya Perlengkapan : 3.900.000

Biaya Pemeliharaan : 80.000

Biaya Iklan : 395.000

Sewa dibayar dimuka : 900.000

Biaya Telepon : 50.000

Diminta :

Buatlah Laporan Keuangan

Neraca

Nama Akun

Debet

Kredit

Kas

6200000


Piutang Dagang

2240000


Hutang Dagang


1800000

Perlengkapan

265000


Bunga Dibayar Dimuka

50000


Peralatan

6600000


Hutang Wesel


3000000

Modal PT.Makmur


10000000

Pendapatan Komisi


5700000

Pendapatan sewa


180000

Biaya Perlengkapan


3900000

Biaya Pemeliharaan


80000

Biaya Iklan


395000

Sewa Dibayar Dimuka

900000


Biaya Telepon


50000

Laba/Rugi

Pendapatan

Pendapatan Komisi 5700000

Pendapatan Sewa 180000+

5880000

Biaya Operasi

Biaya Perlenkapan 3900000

Biaya Pemeliharaan 80000

Biaya Iklan 395000

Biaya Telepon 50000+

(4425000)-

Laba Usaha >>>>>>>>> 1455000

Perubahan Modal

Modal Awal 10000000

Laba Usaha 1455000+

Modal Akhir >>>>>>>>> 11455000